memang ada yang aneh. terasa ada yang menikam hati ini. tidak hanya second opinion juga third, fourth, fifth, sixth, and much more opinion mendiagnosa bahwa memang ada yang aneh. ada yang lain. yang beda. yang tak biasa dari yang lain. yang menyebab sakit ini. pantaslah akal dan pikiran lelah menetralisirnya.
... kain lembut dan tebal bergaris itu masih membalut, diluar bunyi gerimis sayup terdengar dan udaranya berhembus menyusup dan mengacaukan kehangatan. kembali kau meringkuk mencoba merebut kembali kehangatanmu. jam 6an pagi. masih. ahh.. masih jam segitu.santai saja karna ini hari sabtu. kau kembali memeluk kapuk kesayanganmu. kau pejamkan mata, coba melanjutkan mimpi...
sepoi membelai rambutmu, kesegaran menyapa wajahmu. penuh tanya kau lihat di kejauhan pantai ... lelaki sendiri menyisiri tepi, sesekali berhenti dan memandang hamparan lautan. berlari ia mengejar ombak, bermain dengan alam yang setia menemaninya. Kerang yang kecil itu dipungutnya dari balik ombak, warnanya yang manis menggoda hati 'tuk segera memasukkannya dalam saku. dalam hatinya mungkin kerang itu akan ia bersihkan dan ia taruh di atas monitor. ya monitor yang sudah menua itu tak bosan-bosannya menghirup asap dari kepulan rokok yang dihisap lelaki itu setiap malam. bahkan sampai larut malam.
masih di tepi, lelaki sendiri terdiam entah kemana ia melayangkan matanya tapi yang jelas terlihat ia menengadahkan kepala sambil mengangkat kedua tangannya diiringi teriakan menggelegar yang menyembur keluar dengan sebebasnya dari dalam ruang hati yang selama ini terpendam. Berulang jeritan dari dalam hati itu menyembur, muncrat, lepas selepasnya mengisi udara dan kemudian terbang kemana suka angin pantai membawa. dan tersungkur ia di pasir putih, memejamkan mata ... dalam benaknya ia berlari mengejar masa lalu yang seperti surga baginya. tak peduli dimana ia saat ini, ia hanya trus menangkap masa lalu dan memeluk erat di dadanya.
dengan bermandi siraman cahaya surya lelaki sendiri menatap bulatan nan keemasan itu dan tak sedetikpun berkedip mengawasi kepergian sang surya yang perlahan ditelan awan. tak lupa lelaki sendiri menitipkan pesan pada sang surya agar menyampaikan salam pada seorang dara yang sangat ia rindukan, harapnya kehangatan surya esok hari kan kembali menghangatkan dara itu seperti yang biasa dara merasakan hangatnya pelukan lelaki sendiri.
hmmphff....
gelap perlahan menjalar bersama angin dingin menusuk persendian. seakan hamparan pasir putih itu ranjang yang empuk nyaman maka lelaki sendiri membaringkan tubuhnya, mengerling membalas kerlipan bintang yang mulai tebar pesona di hadapan lelaki sendiri.
aahh... kiranya apalagi yang ada dalam benak lelaki sendiri? dan kau melihat ...
lelaki sendiri masih tersenyum melihat para bintang yang bersaing mempersembahkan kerlipan terbaik teruntuk si lelaki sendiri. sambil menunjukkan ke atas mengarah ke banyaknya bintang-bintang di atas, lelaki sendiri memilih satu bintang yang lebih kecil dari lainnya, ia berbisik, "hai kamu yang kecil izinkan ku memetik mu. aku mengagumi sinarmu yang bening murni menerangi bumi. kan ku simpan kau dalam ciptaku agar senantiasa ku tularkan cahayamu pada tempat dimanapun ku berpijak. dan kuharap pun rasa dan karsa ku turut menyerap energi cahayamu".
sapuan angin mendaratkan butiranbutiran pasir di pinggir bibir lelaki sendiri. malah dijilatnya dengan lidah lembutnya dan dinikmati rasa asinnya. lelaki sendiri sambil menaikkan harap rasa asin menggarami kisah hidupnya agar tak lagi hambar.
semesta penuh kasih mendekap lelaki sendiri, membisikkan sesuatu yang hanya bisa dimengerti batin lelaki sendiri. rahasia. lama kemudian, lelaki sendiri bangkit dari pembaringan dan berdiri, diam sejenak menghela nafasnya dan kemudian mengayunkan kakinya ....
berjuta keinginan mendesakmu tuk segera menghampiri lelaki sendiri, kau pun memanggilnya berseru padanya dengan mengerahkan seluruh energi yang kau punya ... namun lelaki sendiri melangkah.. dan melangkah dan melangkah terus berjalan ... jauh ... lebih jauh .. menjauh dari pandanganmu .. hingga lepas dari penglihatanmu ...
seketika kau mengernyit dan menghela nafas panjang. sesak terasa. pedih. mengambang dalam lamunan kau menjerit menahan sakit.
he's just not that into you!
foto: aradena ponakanku, lagi kesel karna aku suruh pose... hehe... ra, abis ini kita beli bakso deh ya... :D
sabtu ... minggu ... senin ... selasa .... kulingkari sabtu sebagai alpha dan kulingkari selasa sebagai omega, yang pertama dan yang akhir. ketika yang terkasih memilih untuk lebih dulu pergi ... yang tersayang pun segera menyusul. kemana dan dimana keberadaannya tidaklah menjadi soal, karena yang terpenting adalah yang terkasih dan yang tersayang bersatu tetap selamanya
yang terkasih Ana dan yang tersayang Leo, ... hmmm... kalian lagi nge-teh bareng ya disana? aku juga mau dunk, boleh?** mengingat Leo, suami dari Ana yang 3 hari kemudian menyusul cinta sejatinya, selasa 24 Februari 2009**
Foto: Lautan lepas bebas antara Bali-Surabaya.
aku termenung dibawah mentari
diantara megahnya alam ini
menikmati indahnya kasih-Mu
kurasakan damainya hatiku
Sabda-Mu bagai air yg mengalir
basahi panas terik dihatiku
menerangi semua jalanku
kurasakan tentramnya hatiku
** jangan biarkan damai ini pergi
jangan biarkan semuanya berlalu
hanya pada-Mu Tuhan tempatku berteduh
dari semua kepalsuan dunia
bilaku jauh dari diri-Mu, akan kutempuh semua perjalanan, agar selalu ada dekat-Mu, biarku rasakan lembutnya kasihMu.
Judul lagu: Damai Bersama-Mu, by Chrisye, (Christian Rahadi, lalu Chrismansyah Rahadi; lahir di Jakarta, 16 September1949 – wafat di Jakarta, 30 Maret 2007 pada umur 57 tahun)
Foto: Pantai di Bali... tp lupa namanya :D
Na ... aku cari-cari foto yang waktu itu kita bareng-bareng ke rawa jombor, ama dian juga. waktu itu kita semua ngerayain wisudamu, ya.. tp kok foto itu gak ketemu nih, duh... :(
Na ... waktu dulu itu aku dikenalin dian ama kamu, trus kita omong2 di genteng 'Gloria' kayae waktu itu ampe
malem juga kan ya?
Na ...trus inget gak, waktu kita pergi ke Jatiningsih. aku sempet liat kamu berdoa dengan tenang disana.
Na ... emang sih ya, seiring waktu berjalan kita jaraaaaang bgt ketemuan.
Na ... trus tiba di hari bahagia mu itu. kamu dan Leo, diberkati dalam sakramen pernikahan kudus. kamu waktu itu ikutan sibuk bgt urus ini itu di hari menjelang pernikahanmu, tapi kamu tetep melakukan semua itu dengan senyum ..
Na ... sekarang ini aku gak bisa ketemu kamu lagi, dan aku yakin banyak juga yang merindukan kamu.
Na ... kamu meninggalkan senyum manismu di hati kami semua yang mengasihimu.
Na ... duh btw aku gak nemuin foto mu nih, tp gpp ya, aku masih inget dan akan terus inget kamu kok ... eh, hoi Dian, sini gw lagi omong ama ana, nih.. mau titip salam gak?
Na ... salam tuh dari Dian. btw udah dulu ya, sooner or later aku pun akan menyusul dan berjumpa denganmu di "sana".
** Mengingat Ana Dyah Sari, 26 Juli 1980 - 21 Februari 2009**
... tempat di mana sebab dan akibat sama sekali tidak behubungan. garam tidak memilih untuk menjadi asin ... asin hanya membentuk garam. air yang mempunyai kebebasan mengalir di lautan lepas sana ialah cat cair yang terjerat di petakan sebidang lahan dan menjadi kepanasan berminggu lama hingga tak menyadari perubahan wujudnya sendiri. air laut menyesal menjadi garam ataukah asin menyesal menciptakan garam.
pun tulisan ini terketik apakah karna keyboard yang mengorbankan dirinya ditekan ato emang yg ngetik kurang kerjaan?!!
ps. aku pengen nyemplung laut!!
Foto: di kapal Ferry Bali-Banyuwangi.
aku gak pake daon paya ya Mbah, soale pait ... cukuplah kurasakan kepahitan dalam hidup ini saja
aku juga mau pake kol ama kacangpanjang ... berasa menambah manis hari-hari yang terlewati
sambel nya sdikit aja .. pedes dikit bikin nambah giat dan semangat euy!
kembang turinya satu aja .. biar nambah seru kalo ada getir-getir sepet manis.
aku juga pesen tahu bacem, tempe bacem, gudeg juga. Tapi dibungkus aja ya, yang manis-manis gitu buat bekal petualangan dalam ziarah ini.
o iya aku ambil bakwan goreng dua nih Mbah, aku makan disini aja ... biar minyaknya bisa melicinkan dan memuluskan niat dan motivasi dalam berkancah.
wuahh... semua makanan si mbah enak-enak banget nih, pengen deh ku asup semua biar jiwaraga yang hambar ini menjadi penuh rasa. Full of taste!
makasih banyak ya, Mbah ... tapi omong-omong aku juga butuh banget airMu ya Mbah. Soale kata orang-orang kalo minum airMu, pasti kan terpuaskan lahirbathin dan gak akan pernah merasa haus lagi... tapi masa siy? bener pho Mbah? :D
Foto: waktu hunting ama Mitha beli pecel di Pasar Kaget daerah Klaten.
... masih ngangkring di pojokan kwitang!
ps. buat apa kerja kalo bisa nganggur, jalan kemana suka, beli dvd bajakan, lunch di bahu jalan, baca gratis di toko buku, dan bangun siaaaangg!! apalagi yang perlu dipikirkan dalam hidup ini.. ya kan des?! :Dfoto: mejeng di sudut ruang kantor Kwitang. belakang: Paul, Sammy, Yoan, Josh, Gabo, Kiki, Andi. depan: Asima, Tari, Krismi, Desi, Munah, Irene, me :D