Monday, October 4, 2010

bersanding

bila,
a dinyatakan oleh semua b dan
b dinyatakan oleh semua c maka
a tentu dinyatakan oleh semua c
(silogisme ala aristoteles)

keragaman akan menemukan kebedaan
kesamaan akan membentuk kesatuan
kebedaan dan kesamaan bersanding menjadi kesatuan
(ngacoiesme ala lena)

dibahasakan juga,
bersanding dalam keberbedaan tidak mesti lalu membedakan diri dari persamaan yang sudah ada, kemudian sanding bersama dalam perbedaan yang sama tersebut. bersanding dalam keberbedaan mengartikan kesadaran beda itu sendiri dan kemudian tidak membuat persamaan sendiri atas perbedaan tersebut, namun justru bersama-sama mengharmonisasikan beda dan sama tanpa berat sebelah antara perbedaan dan persamaan.

dengan kata lain mari kita sama-sama teriakkan, "bhinneka tunggal ika!!"

ps. lha diriku bersanding ama apa dong nih? (hang mode on)

foto: (dengan keharmonisasian bersandinglah) masjid istiqal, gereja katedral. tampak dari pucuk monas, jakarta, juli 2010

Thursday, September 30, 2010

the lone ranger

semrawut carut marut mawut awan hitam bergelayut.
terpujilah raja cacing atas segala cacing atas runcing badai yang kan segera menghunjam

tak kuindahkan roda dua di parkiran yang meraung minta ditunggangi ... semprul!
lagi asik menikmati hantaman segerombolan air yang mendarat di kepala, seketika cipratan becekan menerjang menodai wajahku ... samber geledek!

di pagi hari awal sendunya september ceria, sepenggal lakon bersaksi begini

... kelana terkesiap dari bongkahan batu di tepi sungai tempat peraduannya, mimpi semalam terpenggal begitu saja namun kelana berangan sisa mimpinya akan dilanjutkan saja di sela jelajahnya hari ini. aliran tenang sungai yang panjang berselimuti kabut tipis menghampar memberi kesejukan, lalu
kelana menggerakkan langkahnya untuk segera mencelupkan wajah di aliran gemericik sungai itu. dingin. segar.

setelah itu, kelana menghampiri api unggun semalam yang menyisakan gumpalan asap tipis yang terus membumbung melesat menghampiri gemawan yang pasang aksi dihamparan luas biru lazuardi. kemudian ditimbunnya bara unggun dengan pasir agar tak lagi membara. kelana menoleh ke belakang, tak ada siapa-siapa, sepi senyap dan di pagi ini tampaknya para burung pun diam membisu. waktu membeku.

aku : "bagaimana?"
Dia: "baiknya kita lanjut saja"
aku:"ya, aku pikir juga seperti itu, hmmm.. sudah?"
Dia: "asal kau tahu saja, tanah liat tak seketika menjadi bejana."
aku: "lalu kapan?"
Dia: "sedang dan masih ..."
aku: "o ...? tapi..."
Dia: "hmmm... buang tanyamu dan segera kita lanjut melangkah"

teriknya matahari melancarkan lelehan waktu. kelana tiba di tengah keramaian pasar. berbagai aroma menusuk hidungnya, ... aaakkhhhh ... lalu lalang manusia bergerak mengikuti irama hati mereka masing-masing. besar kecil, bagus indah, murah mahal, luas sempit, dan ratusan pilihan lainnya siap dijajakan di pasar itu. kelana melemparkan pandangannya ke segala penjuru pasar sambil berjalan perlahan menyusuri pasar. dirasa tak ada yang dicari maka kelana membelok ke kiri diiringi siulan kecil bersama enteng langkahnya. saat tiba di ujung jalan, kelana berhenti. sekitar satu meter di hadapannya kelana melihat sesuatu yang berkilauan tergeletak begitu saja di antara kerikil di sepanjang jalan itu. untuk beberapa saat kelana terdiam sambil memandangi kilauan itu. sesuatu dalam hatinya bergejolak mendorongnya ingin menghampiri kilauan itu. maka segera saja kelana bersiap mengambil kilauan itu, namun seketika sesuatu dari atas menukik ke bawah dan menyambar kilauan itu dengan paruhnya,lalu langsung melesat ke atas dengan kepakan sayapnya yang meninggalkan hembusan angin yang menampar wajah kelana. badai menyusul ...

Dia: "mari kita bicara"
aku: "tidak, kemarin dulu kan sudah"
Dia: "segala sesuatu baru setiap hari"
aku: "yang lama saja masih bersisa, ku rasa yang baru pun tak berkenan denganku"
Dia: "kau tak kan pernah tau bagaimana rasa manis jika kau tak terlebih dahulu merasakan pahit"
aku: "buat apa...? lihat, senja merayap berganti gelap"
Dia: "saat gelap pun bintang setia memancarkan cahyanya"
aku: "tak usah repot, biar saja pekat menyelimutiku"
Dia: "kau lihat, batu karang di pantai pun terkikis oleh air"
aku: "aakkhh ... aku bukan batu karang dan aku anti air"
Dia: "segala sesuatu ada waktunya!"
aku: "aku hanyalah kehampaan yang tak mengenal waktu"
Dia: "dasar.. cah gemblung!"

ps. hehehe ... semoga Dia tak bosan denganku ...

Foto: (seperti biasa, jalan-jalan sendirian aja di) sekitar Taman Sari, Jogja.

Tuesday, September 28, 2010

saat di baron

saat, demikian yang menghadirkan suka di sesaknya kecewa
saat, begitu meskipun tak tersampaikan wujud asa
saat, apaadanya yang selalu menggugah tawa
saat, antara meskipun dilema menerka

saat kala, sapa ramah menggeser gulana sepi
saat masa, rasa manis menetral kepahitan lalu
saat waktu, senyum tulus melegakan risau kelabu
saat mana, salam hangat mendiami relung hati

saat yang mencari saat kembali dan kau terus disini

ps. belum juga kesampaian lunch bareng, tapi keburu sign out ...


foto: pantai baron, saat maen bersama saganers 887, jogja, 2010

Monday, September 13, 2010

(maksudnya) pantai

bila saja semua tak begini
andai saja beda dari semua ini
jika saja ini tak pernah dan tak akan pernah terjadi

apakah aku akan seperti saya
apakah saya tidak akan mungkin menjadi seperti aku
apakah aku tak mengenal saya
apakah aku dan saya akan menjadi tidak seperti?

adakah rasa yang berbeda?

namun semua tak seperti yang dibayangkan
impian yang menjauh dari daratan
kembaran asa dan harap yang sekadar saja dan tak berbuah apa-apa

maksud?

ps. maaaaakkkk.... ada harapan yg musti gw pertanggungjawabkan ...huuueeekkkqq...


foto: (waktu belajar njepret) pantai pandansari, ditemenin ari. tepi jogja, 2004

Sunday, August 15, 2010

ngenteni ...

jadilah terang,
pada suatu pohon ...ulat keket menggeliat-liat mengikis gelombang
pada hijau daun. segar.

pada suatu langit ... awan berarak menjadikannya kelinci .. gajah .. topi .. bulat bergerunjal. indah.

jadilah gelap,
pada suatu pantai ... ombak berbuih memecah, menerjang karang diiringi lembayung mengantar tenggelamnya sang surya. sendu.
pada suatu desa ... sunyi sepi pekat menyelimuti
dan senandung nyanyian jangkrik membuai. dingin.


jadilah gelap dan jadilah terang ...

hawa menarik nafas, menghisap seluruh semesta
dan kemudian memuntahkannya kembali pada semesta itu sendiri.


hawa terkejap saat partikel cahaya memaksa masuk
menggedor pengelihatannya dan menyusup masuk ke dalam isi kepala ...


semua berbalik pada memori yang lalu
selalu teringat untuk lupa yang diperjuangkan
semua tempat dicoba tuk mencari jawab dari semua tanya,
pun rumput yang bergoyang ikut menggeleng untuk sebuah jawab,
pun bintang dilangit tak berkerlip untuk suatu kejelasan ...
sungguh suatu tanya yang tak berjodoh dengan jawab,
ah ...

gerimis
tujuh tahun hingga kini ...

o ya, mari kita pergi jauh dari sini /
enggak bisa /

lho kok enggak bisa? /

kita harus kembali lagi besok /

buat apa? /

nunggu godot /

ah, ia tidak datang hari ini? /

enggak /

dan sekarang sudah terlambat /

ya, sekarang sudah malam /
dan kalau kita lupakan saja gimana?

(kutipan naskah "menunggu godot")
___
*len, dirimu jangan ikutan meninggal ya*

ps. missing .. font
btw buku godotnya, nanti aku balikin ya mas anton, sory lama minjemnya, hehehe.. tx :D

foto: sedang plesir bersama warga Gloria di pura Uluwatu, Bali, 2005




Friday, June 18, 2010

the swamp thing ...

jumat yang bukan kliwon kembali hadir... tepat 13 hari terlewati di bulan separo bundar kini.
bundar separo mengikuti jejak langkah pada separo jalan menuju istana rawaku.
istana rawa tempat kubertakhta ...
dalam istana rawa wadah memuntahkan suara antara aku dan diriku ...
sudut istana rawa ruang parkir segala risau dan uneg ku ...
kedalaman istana rawa yang semakin kuselami bersama dengan nurani lecet ini ...
istana rawa sarang mengerami otakku yang tak kunjung menetas ...

jadi teringat hari ini baru separo nafas mengisi paru.

ugh ... separo yang tinggal separo.

jika separo merupakan paroan dari separo satunya lagi, maka paroan tersebut yang kudambakan kini entah menggelandang kemana ...


ps. swamp thing wanna be :)

Foto: Hutan bakau, muara angke , jakarta 2010

Tuesday, June 1, 2010

show off













saat itu ... di pasfes kuningan dan museum mandiri...hasil jepretan ku ikut terpajang diantara jejeran tersebut :D

foto: pameran foto kepergok membaca yg diadakan oleh Forum Indonesia Membaca, 2010